Tamu adalah
orang yang berkunjung ke tempat kita. Masih kita sebut sebagai tamu meskipun
yang berkunjung adalah orang yang sudah kita kenal sehari-hari. Tamu haruslah
dimuliakan. Siapa saja yang ada di rumah (atau di kantor/lembaga), baik tuan
rumah, satpam, guru, kepala sekolah, santri/siswa.
Beberapa hal
yang harus dilakukan dalam rangka memuliakan tamu, di antaranya :
Pertama, ucapkanlah salam kepadanya sambil ber-mushafahah
walaupun tidak bersentuhan tangan karena nonmahram. Tanyakanlah kabarnya.
Bukakan pintu mobilnya jika tamu membawa kendaraan. Tawarkanlah jasa kepadanya
dengan ungkapan sederhana : “Apa yang bisa saya bantu?” Meskipun tamu
tersebut tidak sedang bertamu kepada kita, berikanlah penghormatan kepadanya
dengan cara turut berdiri, menghampiri dan menyapanya.
Kedua, kawallah tamu itu sampai bertemu dengan orang yang dia
tuju, atau yang ingin dia temui. Ketiga, jika tamu membawa barang,
bantulah dia dengan membawakannya.
Keempat, tempatkan tamu di tempat yang layak. Kelima,
berikan jamuan, minimal air minum. Hidangkan dengan santun. Akan lebih baik bila
ditawarkan pilihan menu kepada tamu tersebut. Keenam, ajaklah ngobrol
sang tamu. Sesuaikan obrolan dengan kapasitasnya.
Ketujuh, bila tidak berkenan dengan tamu, tolaklah ia dengan
baik.
Kedelapan, selama tamu ada, hendaknya diberikan pelayanan yang
baik. Jika bertamu ke sebuah rumah, tamu memiliki hak selama tiga hari.
Selebihnya, terserah pada tuan rumah mau ditolak atau tidak. Jika ditolak,
tolaklah dengan baik. Dan tidak memaksakan untuk berkunjung apa bila tuan
rumah tidak ada kesediaan untuk menerimanya. Kesembilan, ajaklah tamu
untuk makan jika sudah tiba waktunya makan. Tamu boleh menerima atau menolaknya
tergantung situasi.
Kesepuluh, Antarkan tamu ke
pintu atau mobilnya jika tamu hendak berpamitan. Bukakan pintu mobilnya, dan
tutupkan ketika dia sudah berada di dalam mobil.
Kesebelas,1. Sampaikanlah permohonan maaf bila pelayanan kita
tidak berkenan. 2. Mohonkanlah kepada tamu agar kita selalu dirahmati Allah dan
sukses dalam segala hajat. 3. Sediakan pula oleh-oleh sebagai hadiah untuk
tamu.
Kedua belas, jangan dulu menghilang sebelum tamu benar-benar pergi,
melambaikan tangan, atau mengucapkan “Daaahh!” atau yang lainnya.
B. BILA KITA MENJADI TAMU
Beberapa hal yang perlu dilakukan
ketika bertamu di antaranya :
Pertama, bila memungkinkan, adakan perjanjian atau beritahukan
di awal bahwa kita akan berkunjung.
Kedua, jangan berkunjung di waktu tuan rumah sedang
beristirahat, baik di waktu siang lebih-lebih di waktu malam.
Ketiga, ucapkanlah salam, atau ketuklah pintu. Bila ucapan
salam telah diulangi sebanyak tiga kali dan tidak ada respons, hendaknya kita
kembali. Keempat, bila diterima oleh tuan rumah, sebaiknya duduk dengan
sopan di tempat yang telah disediakan. Makanlah hidangan bila telah
dipersilakan.
Kelima, mulailah obrolan bila tuan rumah sudah memulainya.
Dalam berbicara, janganlah sesekali berbicara seakan-akan kita menggurui tuan
rumah. Porsi bicara kita janganlah lebih banyak dari tuan rumah, kecuali tuan
rumah meminta atau membutuhkannya.
Keenam, bawalah hadiah atau oleh-oleh bila ada. Ketujuh,
janganlah membebani tuan rumah. Terimalah dengan lega hati apa saja yang
dihidangkan oleh tuan rumah.
Kedelapan, bertamulah seperlunya. Perhatikan kalimat bijak yang
mengatakan: “Jangan terlalu sering bertamu agar kamu menjadi rindu.” Kesembilan,
jangan terlalu lama bertamu agar tidak mengganggu aktivitas tuan rumah.
Kesepuluh, ucapkanlah terima kasih atas sambutan dan jamuan tuan
rumah, kemudian ucapkanlah salam bila hendak pamit.
Kesebelas,Walaupun seteguk air minum, dan cicipilah hidangan yang
disajikan
C. ADAB DALAM PERJUMPAAN
Bila berjumpa
dengan seseorang baik kenal atau tidak hendaknya mengucapkan salam, ucapan
salam adalah kalimat yang paling sederhana dan pleksibel, artinya bisa berlaku
dan digunakan bagi semua umur baik laki-laki atau perempuan.
Kalau teman kita
itu berbeda agamanya dengan kita hendaknya mengucapkan selamat pagi atau
selamat siang dan lain sebagainya, tanpa membaca “Assalamu’alaikum” andaikata dia yang lebih dahulu membaca Assalamu’alaikum
kepada kita, padahal agamanya berbeda dengan kita maka kita menjawab dengan
bahasa “waalaikum” tanpa harus dilanjutkan, atau tak dijawab dengan
jawaban salam, cukup dengan selamat pagi atau yang sejenis dengan kalimat itu. Perjumpaan
dengan siapapun harus diapresiasi dengan salam, senyum, sapa dan santun. Islam
agama yang amat santun, sangat toleransi dan terbuka, Artinya dalam pergaulan
hidup, baik dengan tetangga, teman bisnis, dan teman berorganisasi hubungan itu
tetap harus dijaga dengan baik, dan tidak boleh menyinggung perasaan atau menyakiti
hati mereka. Sikap jujur, amanah dan berakhlakul karimah adalah kewajiban setiap
seorang muslim.
Karena menurut ajaran Islam berbuat
baik kepada orang yang berbeda agama berpahala dan bersikap khianat kepada
mereka adalah berdosa.
D. ADAB KETIKA MENYANTAP HIDANGAN
Pertama, Awali dengan basmalah, sambil mencuci tanggan,
Kedua, makanlah yang ringan-ringan lebih dahulu seperti
buah-buahan dan sayuran,
Ketiga, tidak boleh melihat porsi dan cara makan orang lain,
Empat, Menundukan kepala adalah lebih baik,
Lima, mengambil makanan yang terdekat dalam jumlah sedikit,
Enam, tidak boleh menyisakan makanan seakan makanan itu
kurang selera,
Tujuh, niatkan makan buat ibadah, karena ibadah itu perlu
stamina dan perlu sehat.
Delapan, berhenti makan sebelum kenyang, Sembilan, bagilah
perut menjadi tiga bagian antara makanan, air dan bernapas,
Sepuluh, makan dengan tangan tanpa sendok adalah lebih baik,
Sebelas, akhiri dengan do’a dan al-hamdulillah sebagai penutup
dan rasa syukur,
Dua belas, tidak boleh mencaci makanan, kalau tidak enak biarkan,
kalau enak katakan,
Tiga belas, bila minum air hendaknya dihabiskan satu gelas, kecuali
kalau belum akan pamit. Sebab berkah makan terdapat dalam sisa makanan dan minuman,
Empat belas, sebelum cuci tangan bersihkan jari tangan dengan cara di
jilat.
*) Pimpinan PP Al
Muhajirin,Rois Syuriyah PC NU Kab. Purwakarta
No comments:
Post a Comment