Hebatnya Al Qur'an itu, meskipun yang membaca memiliki lidah (baca:
logat) yang bermacam-macam, bacaannya tidak akan berubah atau tercampur-campur.
Al Qur'an tidak akan membuat jenuh bagi siapa saja yang mendalaminya. Keunikan
Al Qur'an tidak akan pernah habis di depan jin dan manusia (lihat QS. Al Jin:
1-3).
Sayyidina Ali bin Abi Thalib menyatakan bahwa Al Qur'an adalah
berita mengenai sejarah masa lalu, kabar tentang peristiwa yang akan terjadi,
dan hukum tentang peristiwa di antara umat manusia. Kata-kata di dalam Al
Qur'an tidaklah main-main. Siapa yang menjauhi Al Qur'an akan binasa, yang
menjadikan pedoman selain Al Qur'an akan disesatkan oleh Allah. Al Qur'an
merupakan tali kuat yang takkan putus. Dia adalah peringatan yang bijaksana,
jalan yang lurus, dan tidak akan pernah terkontaminasi oleh hawa nafsu.
Sayyidina Umar bin Khattab mengatakan bahwa Al Qur'an bisa
mengangkat sebagian kaum dan bisa juga menjatuhkannya. Menurut Ibnu Abbas, seperti
yang diriwayatkan oleh Turmudzi, Rasulullah Saw bersabda bahwa orang yang di
dalam hatinya tidak ada ayat suci Al Qur'an, maka hatinya bagaikan rumah yang
rusak.
Rasulullah Saw, melalui hadis yangndiriwayatkan oleh Imam Bukhari,
telah pula bersabda bahwa orang yang terbaik di sisi Allah adalah orang yang
belajar Al Qur'an, kemudian mengajarkannya. Masya Allah, betapa agung Al
Qur'an. Pantaslah jika menjelang Rasulullah wafat, beliau mewasiatkan dual hal
yang dengannya takkan ada manusia yang tersesat selama-lamanya. Yaitu Al
Qur'an, dan sunnah Rasulullah Saw.
Namun, dengan keagungan Al-Qur’an tersebut manusia beragam
menyikapinya. Hal tersebut sesuai yang tertera dalam QS fathir : 32:
“Kemudian
Kitab itu kami wariskan kepada orang-orang yang kami pilih di antara
hamba-hamba kami, lalu di antara mereka ada yang menganiaya diri mereka sendiri
dan di antara mereka ada yang pertengahan dan diantara mereka ada (pula) yang
lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah. yang demikian itu adalah
karunia yang amat besar”.( Q.S. Al-fathir : 32)
Berdasarkan
ayat di atas, menurut Al-Qur’an sikap manusia terhadap Al-Qur’an yaitu ada tiga
bagian :
- Orang yang dzalim yaitu orang yang mengabaikan Al-Qur’an
- Orang yang tidak serius yaitu asal-asalan
- Orang yang benar-benar konsisten lahir batin dengan Al-Qur’an
Perlakuan
kita setiap hari terhadap Al-Qur’an ada tiga macam :
- Membacanya paling sedikit satu juz, sehingga dalam satu bulan bisa khatam membaca Al-Qur’an
- Menghapalnya satu, dua atau tiga ayat, sehingga dalam tenpo beberapa tahun bisa hafal Al-Qur’an secara keseluruhan
- Memahami isinya, paling tidak satu atau dua ayat, sehingga Al-Qur’an menjadi petunjuk hidup
Ada empat
misi Al-Qur’an diturunkan :
1. 1.Hidayah ke jalan Allah
“Sesungguhnya
Al Quran Ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi
khabar gembira kepada orang-orang Mu'min yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi
mereka ada pahala yang besar”. (QS. Al-Isra’ : 9)
2. 2. Memunculkan kepribadian muslim yang sempurna
“Dan tidaklah sama orang
yang buta dengan orang yang Melihat. Dan tidak (pula) sama gelap gulita dengan
cahaya.Dan tidak (pula) sama yang teduh dengan yang panas. Dan tidak (pula)
sama orang-orang yang hidup dan orang-orang yang mati. Sesungguhnya Allah memberi
pendengaran kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan kamu sekali-kali tiada
sanggup menjadikan orang yang didalam kubur dapat mendengar”. (QS. Al-Fathir
: 19-22)
3. 3.Mewujudkan cita-cita masyarakat Islam yang Qur’ani
“Hai orang-orang yang beriman, penuhilah
seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang
memberi kehidupan kepada kamu[605], Ketahuilah bahwa Sesungguhnya Allah
membatasi antara manusia dan hatinya[606] dan Sesungguhnya kepada-Nyalah kamu
akan dikumpulkan”. (QS. Al-Anfal :24)
4. 4.Memimpin umat untuk menghapuskan kebodohan
“Mereka ingin memadamkan
cahaya Allah dengan mulut (tipu daya) mereka, tetapi Allah (justru)
menyempurnakan cahaya-Nya, walau orang-orang kafir membencinya. Dia-lah yang
mengutus rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar dia
memenangkannya di atas segala agama-agama meskipun orang musyrik membenci”. (QS. Al-Shaf :
8-9)
*)
Pimpinan Pondok Pesantren Al Muhajirin, Purwakarta-Jawa Barat

No comments:
Post a Comment