Selamat Datang di Website Al-Muhajirin Tour dan Travel (PT.DMI) Purwakarta #l# Info Umrah : Bulan Oktober - November - Desember 2023 Hub : Jajang (087778723514)

Monday, September 19, 2016

BERATNYA MENJAGA KEMABRURAN HAJI-UMROH




BERATNYA MENJAGA KEMABRURAN HAJI-UMROH
Oleh : DR. KH. ABUN BUNYAMIN, MA *)

      Yang diidamkan, bahkan yang kerap dipanjatkan dalam doa bagi yang akan berhaji atau umroh adalah kemabruran. Menjadi haji yang mabrur adalah harapan bagi mereka yang menjadi tamu Allah di Tanah  Suci. Lantas, apakah mabrur itu?
Secara sederhana, mabrur adalah apa yang membekas pada orang yang pulang haji atau umroh. Tentu saja yang membekas ini adalah hal-hal yang positif,  baik dalam perbuatan maupun ucapan dan sikap. Artinya, perbuatan, ucapan dan sikap orang yang pulang haji atau umroh harus lebih baik dibandingkan sebelum berangkat ke Tanah Suci Mekah.
Kemabruran haji maupun umroh memang mudah dijaga saat pelaksanaannya. Tetapi terasa berat dijaga setelah haji atau umroh dilaksanakan. Padahal, pengaruh haji maupun umroh idealnya membekas setelah ritual haji dan umroh dilaksanakan, bahkan sampai akhir hayat. Di sini kita akan diingatkan makna khusnul khotimah. Bahwa khusnul khotimah bukanlah baik di ujung sakaratul maut saja, namun hakikat sebenarnya adalah baik selamanya. Tentu tidaklah ada manusia yang baik selamanya, ada saja dosa yang dilakukan. Tetapi jika sering bertaubat atas dosa, ia akan menjadi manusia yang bagai tidak pernah berdosa. Jikapun sering berbuat dosa, asal ajal tak menjemput ketika sedang atau sesudah bermaksiat dan tidak sempat bertaubat. Berikut ini merupakan tips menjaga kemabruran haji maupun umroh :
Pertama, sering-seringlah bertemu ulama. Berdiskusi dan bermudzakarahkah dengan mereka. Dengarkan dengan baik berbagaiarahan, wejangan dan tausiyahnya dimajlis-majlis.
Kedua, biasakanlah shalat di awal waktu dan berjamaah. Lengkapilah dengan solat rawatib (qabliyah dan ba'diyah ), tahajud, witir, dhuha, tasbih, awabin, hajat, istikharah dan sebagainya.
Ketiga, perbanyaklah dzikir,doa dan wirid. Terutama istighfar setelah shalat fardu dan pada waktu shalat malam.
Keempat, biasakanlah membaca Al Quran secara tartib mushhafi yang teratur, dan memiliki target khatam dalam skala harian, mingguan, bahkan bulanan.
Kelima, siapkanlah waktu setiap hari untuk menjaga hafalan Al Quran dan menambahnya setiap saat agar hati tidak gersang akibat kosong dari Al Quran.
Keenam, jangan sesekali meninggalkan kebiasaan puasa sunnah setiap tengah bulan tiga hari. Bila memungkinkan, berpuasalah setiap senin atau kamis dan hari-hari utama yang lainnya.
Ketujuh, keluarkanlah dari harta untuk zakat, shodaqah jariyah selain infak buat keluarga. Itu agar harta menjadi tolak bala di dunia dan penyelamat di akhirat.
Kedelapan, pupuklah tali silaturahim sampai mati. Karena memelihara silaturahim yang sudah ada pertanda sehatnya akal.Jangan mengeluarkan perkataan dan perbuatan yang akan memutuskan silaturahim. Janganlah mempunyai musuh satu pun dan dimana pun. Karena permusuhan itu akan menjauhkan hati dari rasa tenang
Kesembilan, tanamkan secara mendalam hakikat syukur dalam jiwa dan daya nalar. Bersikaplah sabar dalam menghadapi segala persoalan dan selalulah merasa ridho akan segala kejadian  yang menimpa. Karena semua itu takdir Allah. Betapapun manusia berlomba meraih keinginan, takkan mampu melampaui takdir yang telah digariskan oleh Allah Swt.
Kesepuluh, raihlah ketenangan dan kestabilan hidup dengan cara munajat, muhasabah, tafakur dan pemenuhan hak secara seimbang.
Dengan kesepuluh tips ini, insya Allah kemabruran haji dan umroh akan terjaga. Bahkan umroh ke umroh akan menjadi kifarat bagi dosa-dosa yang dilakukan sebelumnya. Tiada balasan bagi kemabruran tersebut kecuali surga dan segala kenikmatannya.Semoga. Amiiin.
Wallahualam.

*) Pimpinan Pondok Pesantren Al-Muhajirin Purwakarta, Ketua umum MUI Kab. Pwk, Rois Syuriah PCNU Kab. Pwk dan Ketua umum BAZNAS Kab. Pwk

No comments:

Contoh Tulisan Berjalan

Post a Comment