Manfaat shalat sangat banyak baik dari segi jasmani, rohani, maupun kehidupan sosial, asal shalat dilaksanakan secara khusyu, sesuai dengan tuntunan Rasulullah. Secara jasmani shalat akan melahirkan kesehatan dan kebugaran. Sebab dengan shalat setiap orang paling sedikit 5 kali membasuh anggota wudhu dengan air bersih, belum bila di sertai dengan mandi, wudhu-wudhu sunnah dan bersiwak. Menurut Rasul shalat itu ibarat air sungai di depan rumah yang selalu dilalui paling sedikit 5 kali perhari, betapa bersihnya orang yang shalat dan betapa di cintainya orang yang bersih. Semakin disempurnakan amalan shalat maka semakin banyak manfaat yang akan diperoleh contoh bersiwak, berkumur, menghirup air ke hidung, memotong kuku, membasuh sela-sela jari tangan dan kaki, mencabut bulu ketiak, membersihkan bulu kemaluan, istinja (Bersuci setelah buang air kecil atau air besar), cuci tangan dan lain sebagainya.
Manfaat
secara rohani amat jelas, prakteknya bahwa shalat terdiri dari bacaan-bacaan
yang mengandung ta’dzim, takbir, tasbih, tahmid, tahlil,do’a, istighfar dan
shalawat. Semua ini dibacakan agar setiap orang mau mengingat Allah. Mengingat
kepada Allah jaminannya adalah ketenangan hati, sadar akan banyak kelemahan,
banyak dosa dan melupakan nikmat. Dengan shalat hatinya akan bersih sebab
apapun penyakit hati akan sirna dari jiwanya, contoh riya, takabur, ujub,
hasud, dendam, prustasi, buruk sangka dan tulul amal (Panjang cita-cita atau
angan-angan). Dengan kepasrahan total
kepada Allah akan tertanam jiwa tawakal, sabar, ridho, ikhlas dan syukur. Secara
sosial sudah jelas dalam surat Al-Ankabut ayat 45 bahwa shalat mampu
membentengi diri dari perbuatan keji dan mungkar artinya secara moral orang
yang shalat akan berprilaku baik di tengah masyarakatnya tidak akan zina, tidak
akan mencuri, tidak akan mabuk, tidak akan judi dan tidak akan membunuh atau
yang di kenal dengan istilah M 5. Apa hubungannya shalat dengan moral, tentu
tidak mudah untuk mempercayainya kecuali telah mengetahui bahwa shalat itu
dalam pelaksanaannya ada perintah untuk menjadikannya sebagai prisai, contoh
hadits Nabi mengatakan bahwa “Tidak sempurna shalat yang tidak mampu mencegah
dari perbuatan pahsya dan mungkar.”
Apabila
shalat tidak dilaksanakan secara khusyu dan sungguh-sungguh tentu manfaat
shalat untuk bidang ini boleh jadi tidak ada. Oleh sebab itu banyak orang yang
shalat tapi tidak berperilaku baik, bahkan cenderung merugikan orang lain.
Orang seperti ini diancam oleh Allah “Neraka wail bagi orang yang
shalat, yang shalatnya suka lalai.” Lalai, bisa diartikan tidak menyerap makna
dalam shalatnya. Rasulullah bersabda “Pertama yang lenyap dari manusia
adalah amanah, dan terakhir yang tersisa dari Agamanya adalah shalat.”
Boleh jadi orang yang shalat masih banyak tapi tidak mendapatkan apa-apa di
sisi Allah SWT. (H. R. Hakim).
*Pimpinan Pondok Pesantren Al-Muhajirin, Purwakarta- Jawa Barat

No comments:
Post a Comment