Beberapa
saat setelah hadiah dibagikan, Jumat malam (15/8), seorang lelaki setengah baya
menepuk bahu seorang guru yang menjadi juara 1 Lomba Karya Tulis Kabupaten
Purwakarta. Katanya, “Lanjutkan. Saya bangga dengan Al Muhajirin!”
Dalam
rangkaian ulang tahun kabupaten ke-46 dan Purwakarta ke-183 yang
diselenggarakan di Pendopo Kabupaten itu, Atih Ardiansyah, guru SMI Al
Muhajirin (Pagi) berhasil menjadi juara pertama setelah menyisihkan lima puluh
lebih peserta dari Jawa Barat, Banten, dan Jakarta. Atih Ardiansyah yang
mengajar mata pelajaran Menulis Kreatif tersebut mendapat hadiah uang tunai 10
juta Rupiah dan sertifikat dari Kang Dedi Mulyadi, Bupati Purwakarta.
Karya
tulis berjudul “Mewujudkan Purwakarta
sebagai Lumbung Intelektual 2020” ditulis oleh Fatih, demikian Atih
Ardiansyah karib disapa, merupakan saripati dari pengalaman sehari-harinya
mengajar mata pelajaran Menulis Kreatif di SMI Al Muhajirin, Purwakarta. Dalam
karya tersebut, Atih menitik-beratkan pentingnya sastra, khususnya
menulis, di kalangan santri.
“Keberhasilan
seorang penulis itu bukan ketika dia menjuarai perlombaan atau berhasil
menerbitkan buku. Tetapi ketika dia
berhasil konsisten menulis setiap hari. Nah, agar konsisten menulis
setiap hari, diary adalah sarana paling efektif.” Ujar Atih yang dalam mengajar
Menulis Kreatif mewajibkan santri memiliki diary dan mengisinya setengah
halaman per hari.
Di
SMI Al Muhajirin Purwakarta, menulis merupakan program unggulan yang sudah dimulai
sejak awal 2014 ini. Pemimpin sekaligus pendiri Al Muhajirin, Dr. KH. Abun
Bunyamin, MA., berpesan kepada seluruh santri dan asatidz agar mendawamkan
menulis.
“Menulis
adalah tradisi para ulama. Saat ini, kita mengenal ulama-ulama salaf melalui
kitab yang mereka tulis dan wariskan,” ujar kiai kharismatik itu.

No comments:
Post a Comment