Ada yang berbeda
pada pertemuan rutin bulanan Yayasan Al Muhajirin, Sabtu (30/8). Di Aula UMMI,
diselenggarakan seminar internasional bertajuk “Islamic Banking and Finance”.
Hadir sebagai pembicara, Prof. Datuk Mohd Yusof Kasim (Rektor Kolej University
Insaniah (KUIN) Malaysia), dan Drs. Yaya Suryana , M. Ag (Wakor Bidang
Administrasi dan Keuangan Kopertis Wilayah 2 Jawa Barat).
Dalam sambutannya,
pimpinan pesantren Al Muhajirin, DR. KH. Abun Bunyamin, MA. menyampaikan ucapan
terima kasih kepada Datuk Mohd Yusof atas kesediaannya menjadi narasumber.
“Memahami seminar
insya Allah gampang. Yang susah itu bagaimana kita bisa mengenal Allah Swt
(Makrifatullah). Karena lembaga pendidikan dewasa ini semakin menjauhkan
manusia dari Allah. Kita belajar bukan hanya untuk memuaskan dahaga
intelektual, bukan pula mengangkat derajat agar diakui manusia, namun bagaimana
kita diakui Allah sebagai hamba-Nya.” Kata DR. KH. Abun Bunyamin, MA.
Seminar Ekonomi Syariah
Menurut Prof. Datuk
Mohd Yusof Kasim, bank syariah harusnya memberi manfaat maksimum kepada
masyarakat, bukan hanya fokus pada pemulangan modal. Seharusnya bank syariah
harus memperhatikan orang-orang miskin. Kalau tidak memiliki perhatian itu,
bank syariah/Islam sama saja dengan bank yang lain pada umumnya.
“Kalau bank Islam
sudah fokus bagaimana mengentaskan kemiskinan, bukan tidak mungkin bank Islam
akan menggantikan eksistensi bank konvensional.”
Saat ini, lanjut
Prof. Yusof, dunia membutuhkan lebih dari 60 ribu SDM di bidang perbankan
syariah. Bank syariah sendiri sudah ada dan diterapkan di negara-negara non
Islam, seperti Swiss, Inggris, Amerika, dan lain-lain.
Di Indonesia, cikal
bakal bank syariah muncul pada 1991, yakni Bank Muamalat Indonesia. Hal ini
tidak terlepas dari upaya ICMI, MUI, dan selanjutnya diupayakan oleh partai
politik Islam di parlemen.
“Makanya, kalau
pemilu pilihlah partai Islam yang insya Allah akan memperjuangkan syariat
Islam,” ujar Dr. Yaya Suryana, M. Ag.
Saat ini, Indonesia
sudah memiliki 57 buah bank syariah. Lebih banyak daripada Malaysia yang
mempunyai 41 buah bank syariah, dan Thailand 1 buah. Meski jumlahnya kalah dari
Indonesia, total aset bank syariah Malaysia lebih tinggi daripada bank syariah
di Indonesia.
“Kita tertinggal.
Kita perlu belajar banyak ke Malaysia tentang perbankan syariah.” Tambah Dr.
Yaya Suryana.
Selain mengajak
untuk mencontoh Malaysia, Dr. Yaya juga menyorot perbankan syariah di Indonesia
yang belum nyar’i. Menurutnya,
kebanyakan bank syariah, dalam segi pelayanan masih kalah bagus oleh bank
konvensional. Bank syariah belum secara penuh mempraktikkan etika Islam
terhadap customer.
Seminar yang
dihadiri oleh keluarga besar Yayasan Al Muhajirin serta tamu undangan dari
berbagai pihak ini ditutup dengan penandatanganan kerjasama antara Sekolah
Tinggi Agama Islam (STAI) Al Muhajirin dengan Kolej Universiti Insaniah,
Malaysia. MoU ditandatangani oleh Ketua STAI Al Muhajirin, Dra. Hj. Euis
Marfu’ah, MA., dan Prof. Datuk Mohd Yusof Kasim selaku Rektor KUIN Malaysia.
mudah mudahan sistem bank syariah cepat berkembang bahkan menggantikan bank konvensional
ReplyDelete