Selamat Datang di Website Al-Muhajirin Tour dan Travel (PT.DMI) Purwakarta #l# Info Umrah : Bulan Oktober - November - Desember 2023 Hub : Jajang (087778723514)

Saturday, August 30, 2014

Seminar Internasional “Islamic Banking and Finance”



Ada yang berbeda pada pertemuan rutin bulanan Yayasan Al Muhajirin, Sabtu (30/8). Di Aula UMMI, diselenggarakan seminar internasional bertajuk “Islamic Banking and Finance”. Hadir sebagai pembicara, Prof. Datuk Mohd Yusof Kasim (Rektor Kolej University Insaniah (KUIN) Malaysia), dan Drs. Yaya Suryana , M. Ag (Wakor Bidang Administrasi dan Keuangan Kopertis Wilayah 2 Jawa Barat).

Dalam sambutannya, pimpinan pesantren Al Muhajirin, DR. KH. Abun Bunyamin, MA. menyampaikan ucapan terima kasih kepada Datuk Mohd Yusof atas kesediaannya menjadi narasumber.
“Memahami seminar insya Allah gampang. Yang susah itu bagaimana kita bisa mengenal Allah Swt (Makrifatullah). Karena lembaga pendidikan dewasa ini semakin menjauhkan manusia dari Allah. Kita belajar bukan hanya untuk memuaskan dahaga intelektual, bukan pula mengangkat derajat agar diakui manusia, namun bagaimana kita diakui Allah sebagai hamba-Nya.” Kata DR. KH. Abun Bunyamin, MA.

Seminar Ekonomi Syariah
Menurut Prof. Datuk Mohd Yusof Kasim, bank syariah harusnya memberi manfaat maksimum kepada masyarakat, bukan hanya fokus pada pemulangan modal. Seharusnya bank syariah harus memperhatikan orang-orang miskin. Kalau tidak memiliki perhatian itu, bank syariah/Islam sama saja dengan bank yang lain pada umumnya.
“Kalau bank Islam sudah fokus bagaimana mengentaskan kemiskinan, bukan tidak mungkin bank Islam akan menggantikan eksistensi bank konvensional.”
Saat ini, lanjut Prof. Yusof, dunia membutuhkan lebih dari 60 ribu SDM di bidang perbankan syariah. Bank syariah sendiri sudah ada dan diterapkan di negara-negara non Islam, seperti Swiss, Inggris, Amerika, dan lain-lain.
Di Indonesia, cikal bakal bank syariah muncul pada 1991, yakni Bank Muamalat Indonesia. Hal ini tidak terlepas dari upaya ICMI, MUI, dan selanjutnya diupayakan oleh partai politik Islam di parlemen.
“Makanya, kalau pemilu pilihlah partai Islam yang insya Allah akan memperjuangkan syariat Islam,” ujar Dr. Yaya Suryana, M. Ag.
Saat ini, Indonesia sudah memiliki 57 buah bank syariah. Lebih banyak daripada Malaysia yang mempunyai 41 buah bank syariah, dan Thailand 1 buah. Meski jumlahnya kalah dari Indonesia, total aset bank syariah Malaysia lebih tinggi daripada bank syariah di Indonesia.
“Kita tertinggal. Kita perlu belajar banyak ke Malaysia tentang perbankan syariah.” Tambah Dr. Yaya Suryana.
Selain mengajak untuk mencontoh Malaysia, Dr. Yaya juga menyorot perbankan syariah di Indonesia yang belum nyar’i. Menurutnya, kebanyakan bank syariah, dalam segi pelayanan masih kalah bagus oleh bank konvensional. Bank syariah belum secara penuh mempraktikkan etika Islam terhadap customer.
Seminar yang dihadiri oleh keluarga besar Yayasan Al Muhajirin serta tamu undangan dari berbagai pihak ini ditutup dengan penandatanganan kerjasama antara Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al Muhajirin dengan Kolej Universiti Insaniah, Malaysia. MoU ditandatangani oleh Ketua STAI Al Muhajirin, Dra. Hj. Euis Marfu’ah, MA., dan Prof. Datuk Mohd Yusof Kasim selaku Rektor KUIN Malaysia.

1 comment:

  1. mudah mudahan sistem bank syariah cepat berkembang bahkan menggantikan bank konvensional

    ReplyDelete