Jika ingin melihat potret nyata konsep
“belajar dan mengajar”, tengoklah agenda keseharian guru-guru di SMI Al
Muhajirin. Mereka tidak hanya mengajar para santri setiap hari, tetapi mereka
juga belajar setiap hari.
Di kediaman H. Anang Nashihin, setiap hari
sepulang sekolah, guru-guru beserta staf hingga petugas kebersihan, berkumpul
sambil melepas lelah sambil mengaji. Setiap hari, kecuali Rabu, para guru dan
staf belajar tahsin metode Ummi dengan dimentori oleh Ustadz Oman Abdurrahman
dan Ustadz Burhanuddin. Sementara setiap Rabu, diadakan kajian fikih, sirah,
tauhid, dan lain-lain.
“Jadi di sini, guru-guru bisa mengajar
sekaligus masantren. Kita belajar
tentang akidah, fikih, shirah, dari kitab-kitab yang biasanya jadi rujukan di
pesantren,” kata Ustadz Ahmad Muhaemin, salah satu guru di SMI Al Muhajirin
Pagi.
Selain mengaji tahsin dan kitab kuning,
pengajian ini juga dimaksudkan sebagai sarana bertukar pikiran dan arena
menambah keakraban. Tidak heran jika saban selesai pengajian, kepala sekolah
atau wakasek, memberikan pengumuman perihal kebijakan sekolah atau yayasan.

No comments:
Post a Comment