| Workshop Metodologi Pembelajaran Ilmu Hadits untuk Pemula di Madrasah Aliyah Keagamaan Pesantren Al Muhajirin, Purwakarta. |
Dalam sambutannya, Kepala Madrasah Aliyah Al Muhajirin, H. Marfu Muhyidin Ilyas, MA., menyampaikan beberapa hal. Pertama, mendapati tradisi keilmuan keilmuan sudah mulai lesu. Makanya, acara ini sangat penting sebagai upaya menghidupkan tradisi para ulama tersebut. Prodi keagamaan, lanjutnya, adalah wadah yang tepat untuk itu. Kedua, kajian keislaman masih menjadi sesuatu yang minoritas. Meskipun demikian, bagi Al Muhajirin, kajian keislaman merupakan ruh madrasah. Karena kajian keislaman adalah ruh madrasah, maka Al Muhajirin insya Allah istikomah menjadikan kegiatan seperti ini sebagai pilihan utama, katanya. Ketiga, ini merupakan pengabdian Al Muhajirin kepada umat. Makanya, Al Muhajirin mengajak-serta berbagai komponen untuk terlibat aktif di dalamnya.
Adapun yang menjadi narasumber dalam workshop ini adalah Dr. Ahmad Lutfi Fatahullah, MA. Beliau adalah Direktur Pusat Kajian Hadist dan dosen Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta.
Workshop ini hanya bagian kecil dari proyek besar AL Muhajirin sebagai upaya membangun jejaring keilmuan dan menghidupkan ilmu-ilmu keislaman. H. Marfu Muhyidin Ilyas berharap, ini bukan sekadar workshop. Tetapi, setelah acara ini rampung, ada semacam blue print bagi pengembangan Madrasah Aliyah keagamaan di Al Muhajirin pada khususnya, dan di seluruh madrasah Aliyah di pesantren ataupun sekolah pada umumnya.
Ke depan, keagamaan bukan lagi sekadar jurusan yang baru dipilih di kelas XI, namun benar-benar menjadi prodi yang dipilih dan ditetapkan santri/siswa sejak masuk ke madrasah aliyah, tutupnya. (FZ)
Adapun yang menjadi narasumber dalam workshop ini adalah Dr. Ahmad Lutfi Fatahullah, MA. Beliau adalah Direktur Pusat Kajian Hadist dan dosen Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta.
Workshop ini hanya bagian kecil dari proyek besar AL Muhajirin sebagai upaya membangun jejaring keilmuan dan menghidupkan ilmu-ilmu keislaman. H. Marfu Muhyidin Ilyas berharap, ini bukan sekadar workshop. Tetapi, setelah acara ini rampung, ada semacam blue print bagi pengembangan Madrasah Aliyah keagamaan di Al Muhajirin pada khususnya, dan di seluruh madrasah Aliyah di pesantren ataupun sekolah pada umumnya.
Ke depan, keagamaan bukan lagi sekadar jurusan yang baru dipilih di kelas XI, namun benar-benar menjadi prodi yang dipilih dan ditetapkan santri/siswa sejak masuk ke madrasah aliyah, tutupnya. (FZ)
No comments:
Post a Comment